SURVEI LAPANGAN

Validasi Kondisi Riil

Dokumentasi hasil pengamatan langsung dari lokasi stasiun dan simpul transit untuk memvalidasi skor AI dan data geospasial.

Lokasi disurvei

0

Titik pengamatan

0

Jam Observasi

0

Periode

Agustus 2026

Plang Stasiun
1 / 5

SRV-01 · KWS-02 · 28 Agustus 2026

Stasiun Bandung

Dimyati · Pemetaan POI, Penilaian Infrastruktur Pejalan Kaki, dan Observasi Fasilitas Publik · 20 titik pengamatan

  • Kawasan gerbang utara memiliki konsentrasi POI komersial dan hiburan tinggi — Hotel Geary dan Loko Cafe sangat berpotensi mendukung konsep TOD.
  • Trotoar di luar kawasan stasiun rusak dan dialihfungsikan sebagai parkir motor, memaksa pejalan kaki berjalan di badan jalan.
  • Tidak tersedianya smoking area menyebabkan paparan asap rokok merata di area stasiun dan tumpukan sampah puntung rokok.

Catatan surveyor: Penataan trotoar dan penertiban parkir di luar stasiun mendesak untuk keselamatan pejalan kaki. Penyediaan smoking area khusus perlu segera dilakukan. Potensi TOD di gerbang utara dapat dioptimalkan lebih lanjut.

Metro Jabar Trans
1 / 5

SRV-02 · KWS-05 · 29 Agustus 2026

Dipatiukur

Shafina Moktika Khairani · Pemetaan POI, Observasi Infrastruktur Pejalan Kaki, dan Pencacahan Moda Transportasi · 18 titik pengamatan

  • Dipatiukur memiliki konsentrasi pusat aktivitas yang kuat — keberadaan UNPAD, UNIKOM, ITHB, hotel, UMKM kuliner, dan fasilitas publik menciptakan intensitas pergerakan tinggi dengan karakter mixed-use yang mendukung TOD.
  • Jaringan transportasi umum cukup beragam: Metro Jabar Trans Koridor 5, angkot, serta pool shuttle/travel (Cititrans, Daytrans, Jackal Holidays, Lintas, Pasteur Trans, Aragon Transport) saling melengkapi dan meningkatkan konektivitas kawasan.
  • Aktivitas ekonomi dan transportasi yang padat berpotensi menimbulkan konflik ruang — keterbatasan parkir mendorong kendaraan ke badan jalan, sementara UMKM kuliner menyempitkan jalur pejalan kaki di sekitar titik transit.

Catatan surveyor: Potensi TOD Dipatiukur cukup kuat berkat kombinasi transportasi umum, kampus, UMKM, dan fasilitas publik dalam radius berdekatan. Pengembangan perlu fokus pada integrasi halte dengan jalur pedestrian, pengaturan parkir, penataan UMKM, serta memperkuat koneksi pedestrian antara halte Metro Jabar Trans, zebra cross, UNPAD, dan Monumen Perjuangan.

Kolam Renang Tirtalega
1 / 5

SRV-03 · KWS-04 · Sabtu, 29 Agustus 2026

Tegalega

Gilang Wijaya · Observasi Karakteristik Kawasan TOD (<800m) · 20 titik pengamatan

  • Keragaman POI di kawasan Tegallega tergolong cukup tinggi, meliputi fasilitas kesehatan, pendidikan, perbankan, UMKM, perdagangan, hingga ruang terbuka publik.
  • Aktivitas kawasan memiliki pola waktu yang berbeda — aktivitas Pasar Tegallega dominan pada pagi hingga siang hari, sementara fasilitas publik lainnya lebih fleksibel.
  • Terdapat potensi integrasi yang baik antara titik transportasi (halte/bus stop) dengan berbagai POI, namun kualitas akses pejalan kaki masih perlu ditingkatkan.

Catatan surveyor: Kawasan Tegallega memiliki potensi TOD yang kuat didukung keberagaman POI. Pengembangan perlu diarahkan pada peningkatan konektivitas antar-titik transit dan POI melalui akses pejalan kaki yang aman. Optimalisasi kawasan juga perlu memperhatikan pola waktu aktivitas yang cenderung terkonsentrasi.

Cikapundung Riverspot
1 / 5

SRV-04 · KWS-01 · Selasa, 25 Agustus 2026

Alun-Alun Bandung

Firzatullah Al Ghiffari · Observasi karakteristik ruang publik, UMKM, dan infrastruktur transit (halte, pejalan kaki, JPO) · 6 titik pengamatan

  • Fasilitas transit kekurangan informasi rute dan aksesibilitas; halte utama hanya memiliki peta rute tunggal, sementara bus stop lain minim petunjuk trayek dengan kondisi fisik yang mulai rusak.
  • Infrastruktur ramah disabilitas belum memadai; JPO Asia Afrika terawat namun ketiadaan lift menyulitkan penyandang disabilitas, mendorong pejalan kaki menyeberang langsung di jalan.
  • Pemanfaatan ruang publik dan komersial tidak konsisten; Cikapundung Riverspot aktif dengan PKL di sore hari, namun sebagian kios bersejarah di Jl. Alakateri justru tutup pada siang hari.

Catatan surveyor: Kawasan Alun-Alun Bandung memerlukan peningkatan informasi rute pada titik transit dan perbaikan fasilitas aksesibilitas (seperti lift pada JPO). Optimalisasi ruang komersial juga diperlukan agar aktivitas ekonomi berjalan optimal dan konsisten sepanjang hari.

Potensi Lahan Pasif
1 / 5

SRV-05 · KWS-03 · Sabtu, 28 & 29 Agustus 2026

Terminal Leuwipanjang

Syahrul Muharam · Observasi ground truth parameter TOD, kualitas aksesibilitas, fasilitas publik (POI), ekonomi ritel, dan potensi pasar properti · 20 titik pengamatan

  • Fasilitas layanan publik (POI) terdistribusi baik dan esensial, terintegrasi dengan fasilitas keagamaan dan instansi pemerintah di luar terminal, membuktikan fungsi kawasan lebih dari sekadar tempat naik-turun penumpang.
  • Infrastruktur pedestrian secara fisik memadai namun fungsinya terdegradasi ekstrem akibat parkir liar roda dua yang memutus konektivitas first/last mile, serta adanya kerusakan trotoar parah di perhentian Trans Metro Bandung.
  • Dinamika ekonomi menunjukkan aktivitas UMKM dan ritel yang hidup, namun masih terdapat lahan berpagar (blank spot) yang berpotensi menjadi peluang investasi strategis untuk fasilitas mixed-use berbasis TOD.

Catatan surveyor: Terminal Leuwipanjang memiliki potensi besar sebagai kawasan TOD. Fokus utama perbaikan adalah penertiban parkir liar di trotoar untuk mengembalikan fungsi pedestrian, perbaikan infrastruktur di titik perhentian, serta optimalisasi lahan pasif menjadi ruang komersial terintegrasi.

Logo Titik TemuTitik Temu

Logo Institut Teknologi BandungIn Harmonia
Progressio

Skor Vitalitas Transit untuk kawasan di sekitar titik transportasi massal — satu peta, tiga sudut pandang. Produk dari tim Urban Nadi, Institut Teknologi Bandung.

Sumber data & kredit

  • MAPID Apps
  • GEO MAPID
  • Badan Informasi Geospasial (BIG)
  • Badan Pusat Statistik (BPS)
  • SIGITA Kemenhub
  • Survei lapangan tim, Mei 2026

PENYELENGGARA & MITRA

Logo MAPIDLogo Transport for Bandung

MAPID — penyelenggara MAPID WebGIS Competition 2026. Transport for Bandung — mitra kerja sama.

Dibuat untuk MAPID WebGIS Competition 2026 · Tim Urban Nadi

© 2026 Titik Temu